Yuk Ketahui Gejala Oppositional DefiantDisorder Harus Direhabilitasi

Oppositional DefiantDisorder

Anak-anak maupun remaja sangat rentan terhadap gangguan perilaku. Salah satu sikap yang gangguan sikap yang harus diwaspadai adalah  oppositional defiantdisorder atau biasa dikenal dengan ODD. Kondisi ini merupakan sikap anak yang mudah uring-uringan ketika dinasehati maupun dididik. 

Hal ini tentunya cukup menyulitkan bagi orang tua,guru maupun pengasuhnya. Berikut ini gejala oppositional defiant disorder, penyebab serta cara mengobatinya berdasari referensi dari http://gumilar.net/.

Tanda-Tanda Anak Mengalami Oppositional Defiant Disorder
Gejala dari gangguan sikap ini biasanya dialami oleh anak yang belum menginjak bangku sekolah. Hal ini kemudian berakibat pada proses belajar yang kurang efektif serta keakraban dengan anggota keluarga menjadi berkurang. 

Biasanya anak akan menunjukkan sikap marah dan mudah tersinggung ketika dinasehati. Meskipun sebenarnya, kondisi uring-uringan biasa terjadi pada anak-anak dan dianggap hal yang normal. 

Namun, anda perlu mewaspadainya jika anak-anak seringkali uring-uringan dan tidak normal dari anak-anaklain pada umumnya. Jika anak anda mengalami gejala ini terlalu seriing bahkan sampai mendebat orang tua, maka sebaiknya anda membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat dilakukan upaya pencegahan serta agar OOD tidak semakin parah.

Selain mengalami uring-uringan, anak yang mengalami gejala oppositional defiantdisorder juga sering memancing emosi dan suka menyalahkan orang lain ketika hal yang tidak diinginkan terjadi. Bahkan mereka tidak segan-segan mengatai dengan kata-kata kejam. Anak yang mengalami OOD juga seringkali mengalami frustasi dan merasa kurang percaya diri. 

Penyebab Anak Mengalami OOD
Penyebab dari perilaku yang mudah marah ini bisa disebabkan oleh banyak faktor,mulai dari fisik hingga lingkungan. Penyebab fisik bisa dikarenakan kondisi otak yang ada cedera sehingga memicu gangguan tersebut. Maka dari itu, hal ini hanya bisa dilakukan oleh dokter selaku orang yang ahli dalam mengetahui ada atau tidaknya cedera pada otak yang mengakibatkan OOD pada anak.

Sedangkan penyebab gejala oppositional defiantdisorder dari genetika disebabkan karena adanya keturuan dari gen. Adanya anggota keluarga yang memiliki gangguan kejiwaan seperti ADHD, depresi, dan kecemasan memiliki kemungkinan yang lebih besar anak mengalami OOD. Selain itu, faktor lingkungan juga bisa menjadi penyebab dari hal ini seperti kondisi orang tua yang terlalu disiplin serta kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua.

Namun, gejala ini tidak bisa dipastikan jika tidak dibawa segera ke dokter maupun psikiater. Dalam melakukan diagnosa ini, dokterpun akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang ditunjukkan, frekuensi kemunculan gejala hingga intensitas gejala yang dialami. Dengan lebih cepat memeriksakan ke dokter dan anak ternyata positif terkena OOD, maka dokter akan memberikan solusi untuk melakukan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Gangguan Sikap OOD pada Anak
Umumnya pengobatan yang disarankan oleh dokter, untuk anak yang mengalami gejala oppositional defiantdisorder yaitu dengan melakukan terapi pada anak. Salah satu jenis terapi yang paling efektif untuk mengatasi ini adalah hipnoterapi. 

Rehabilitasi dengan menggunakan teknik ini, akan meningkatkan komunikasi dan kerja sama anak terhadap keluarga. Pasien akan diajarkan bagaimana cara mengatasi emosi negatif yang kerap kali muncul. Selain itu, orang tua juga akan dilatih bagaimana cara menghadapi dan membimbing anak yang mengalami gejala OOD.

Umumnya dalam terapi ini tidak diberikan obat-obatan medis. Namun, penggunaan obat bisa saja berlaku jiwa pasien mengalami gangguan mental yang lain seperti ADHD. Ketika dilakukan rehabilitasi, maka anak akan diberikan beberapa program untuk memperbaiki emosinya. Biasanya kondisi ini memakan waktu beberapa bulan bahkan bisa lebih. Di sisi lain orang tua bisa menyiapkan cara-cara untuk membantu anak.

Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu memberi contoh perilaku yang baik, memberikan perintah yang jelas agar anak lebih mudah memahami, serta memberikan pujian jika anak berhasil melakukan apa yang anda minta. 

Anda juga perlu menghindari perkataan yang bisa menyebabkan anak mendebat. Luangkan waktu yang lebih banyak kepada anak agar ia merasa diperhatikan setelah melakukan penyembuhan dari gejala oppositional defiantdisorder.

Gejala yang dialami oleh anak yang mengalamiu OOD memang cukup sulit untuk dikenali. Namun anda sapat mengetahuinya jika dia menunjukkan sikap marah yang terlalu sering. Ketika anda mengetahui bahwa anak mengalami OOD maka sebaiknya segera lakukan pengobatan dengan membawanya ke tempat rehabilitasi seperti pondok pesantren Nurul Firdaus. Anda juga perlu belajar cara membimbing anak setelah selesai dari rehabilitasi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.